Arsip:

artikel

Sejarah Desa sebagai Ruang Belajar: Menguatkan Literasi Lokal

Oleh: Arif Rahman Bramantya

Pendidikan tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Lingkungan tempat seseorang hidup juga merupakan sumber belajar yang kaya, terutama ketika masyarakat mampu mengenali sejarah, perubahan, dan identitas wilayahnya sendiri. Dalam konteks tersebut, program pengabdian masyarakat melalui penyusunan buku sejarah Dari Bonoharjo, Demangan Menuju Demangrejo: Sejarah Kalurahan Demangrejo dapat dipahami sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pembelajaran berbasis lokal. Buku singkat ini menghimpun sejarah Demangrejo melalui arsip, peta lama, foto, peraturan perundang-undangan, literatur sejarah, publikasi pemerintah, dan cerita masyarakat. Berbagai sumber tersebut digunakan untuk menelusuri perkembangan Bonoharjo dan Demangan, kehidupan sosial-ekonomi, dinamika pemerintahan, serta tradisi yang membentuk identitas Demangrejo. read more

Melawan Archival Silence: Arsip dan Hak untuk Diingat

Oleh: Arif Rahman Bramantya

Pembangunan institusi yang adil tidak hanya ditentukan oleh seberapa baik sebuah negara menciptakan aturan, tetapi juga oleh apa yang dicatat, dipelihara, dan diwariskan sebagai bukti. Dalam konteks inilah arsip memiliki hubungan penting dengan SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions. Arsip memungkinkan masyarakat menelusuri keputusan, tindakan, dan pengalaman masa lalu serta menjadi dasar bagi akuntabilitas institusi. Namun, persoalan muncul ketika tidak semua pengalaman memperoleh kesempatan yang sama untuk direkam. Dalam konteks narasi sejarah Indonesia, keterbatasan arsip masa penjajahan Jepang—akibat pemusnahan, kehilangan, fragmentasi, pembatasan akses, dan politik dokumentasi—ikut menentukan peristiwa apa yang dapat diketahui dan siapa yang memperoleh tempat dalam sejarah. read more

Menulis Sejarah Desa, Merawat Identitas: Program Pengabdian Masyarakat Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, SV UGM 2026

Oleh: Arif Rahman Bramantya

Pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang jalan, fasilitas publik, ekonomi, atau pelayanan pemerintahan. Desa juga memiliki warisan pengetahuan, ingatan, dan identitas yang perlu dijaga agar tidak hilang bersama perubahan generasi. Berangkat dari pemikiran tersebut, program pengabdian masyarakat melalui penyusunan sejarah Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, menjadi salah satu bentuk pelestarian pengetahuan. Kegiatan ini menghasilkan buku sejarah singkat Dari Bonoharjo, Demangan Menuju Demangrejo: Sejarah Kalurahan Demangrejo sebagai upaya menghimpun jejak masa lalu, merawat ingatan bersama, serta memperkenalkan perjalanan sejarah Demangrejo kepada masyarakat dan generasi mendatang. Sejarah desa dalam kegiatan ini tidak hanya dicari melalui dokumen pemerintahan, tetapi juga melalui arsip, peta lama, foto, peraturan, literatur, publikasi pemerintah, cerita masyarakat, nama tempat, tradisi, dan ingatan para sesepuh. read more

Arsip sebagai Elemen Keadilan Sosial: Memori Penjajahan Jepang di Indonesia

Oleh: Arif Rahman Bramantya

Ketika membicarakan Sustainable Development Goals (SDGs) 16: Peace, Justice and Strong Institutions, perhatian kita biasanya tertuju pada penegakan hukum, pemberantasan korupsi, transparansi pemerintahan, dan penguatan kelembagaan. Padahal, ada satu infrastruktur penting yang menopang seluruh agenda tersebut tetapi sering luput dari perhatian yaitu “arsip”. Institusi yang akuntabel membutuhkan bukti atas keputusan dan tindakannya; masyarakat yang demokratis membutuhkan akses terhadap informasi; sedangkan keadilan sosial membutuhkan rekaman peristiwa yang dapat menunjukkan apa yang pernah terjadi dan siapa yang mengalaminya. Karena itu, arsip dapat ditempatkan sebagai salah satu fondasi SDG 16, terutama dalam kaitannya dengan Target 16.6 mengenai institusi yang efektif, akuntabel, dan transparan, Target 16.7 mengenai proses yang inklusif dan representatif, serta Target 16.10 mengenai jaminan akses publik terhadap informasi. read more

Melihat Urgensi Pengelolaan Arsip Bank Sentral di Bank Indonesia

Oleh: Lastria Nurtanzila

Keberadaan Bank Indonesia sebagai bank sentral tidak dapat dipisahkan dari De Javasche Bank yang berdiri pada tahun 1828. Pada masa kolonial, De Javasche Bank (DJB) bukan hanya berfungsi sebagai bank sirkulasi yang menerbitkan uang, tetapi juga memainkan peran strategis dalam menopang kepentingan ekonomi kolonial Belanda. Pada masa itu, DJB mengendalikan stabilitas moneter di Hindia Belanda, sekaligus menjadi instrumen kekuasaan ekonomi. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, keberadaan DJB menjadi simbol penting yang harus kembali pada negara untuk menegaskan kedaulatan ekonomi. Nasionalisasi DJB pada tahun 1951 bukan sekadar langkah administratif, melainkan juga langkah politis-ekonomis yang menandai peralihan kendali moneter ke tangan bangsa Indonesia (Bank Indonesia, 2023). Transformasi ini kemudian diformalkan melalui Undang-Undang No. 11 Tahun 1953 yang melahirkan Bank Indonesia sebagai bank sentral nasional. read more

Pengabdian berkelanjutan: Pelatihan inventarisasi arsip di Kalurahan Demangrejo, Sentolo, Kulonprogo

Oleh: Supriadianto & Tim Pengabdian kepada Masyarakat

Dalam mendukung perbaikan tata kelolah arsip berkelanjutan di Kalurahan Demangrejo, Sentolo, Kulon Progo, tim pengabdian Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi SV UGM mengadakan pelatihan inventarisasi arsip, 24 November 2025. Kegiatan pengabdian ini juga diperkuat dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan diuraikan bahwa setiap organisasi wajib mengelola arsip dan melaksanakan penyelamatan serta pelestarian arsip sebagai wujud pertanggungjawaban kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pelatihan pengelolaan inventarisasi arsip di Pemerintah Kalurahan Demangrejo yang berkelanjutan karena sangat diperlukan. read more

Sengkarut Kearsipan dalam Sengketa Informasi

Oleh: Rina Rakhmawati

Komisi Informasi Pusat, pada tanggal 17 September 2025, menggelar sidang sengketa ijazah eks Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo. Dalam sidang tersebut, dihadiri oleh Universitas Gadjah Mada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, KPU Kota Surakarta, dan Polda Metro Jaya, sebagai termohon. Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Rospita Vici Paulyn, ditayangkan di beberapa stasiun televisi juga melalui platform Youtube. Penulis dalam hal ini hendak menelaah dari perspektif kearsipan, khususnya dalam hal manajemen persuratan elektronik, serta kegiatan penilaian dan penyusutan arsip sebagai salah satu tahapan dalam daur hidup arsip. read more

Kearsipan : Dinamika dan Transformasi di Indonesia (Memperbincangkan Arsip dengan Mahasiswa Magister Manajemen Informasi dan Perpustakaan Sekolah Pascasarjana UGM)

Oleh: Waluyo

Dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perkembangan dan situasi terkini dunia kearsipan di Indonesia, Magister Manajemen Informasi dan Perpustakaan, Sekolah Pascasarjanan UGM menyelenggarakan sharing session dosen tamu pada hari Kamis, 16 Oktober 2025 di Ruang 305 Gd. Pascasarjana UGM, dengan narasumber Waluyo (Dosen Prodi PARI-DBSMB-SV-UGM).

Sharing session tentang kearsipan dengan tema : Pengantar Kearsipan: Dinamika dan Transformasi di Indonesia, memperbincangkan  seputar perkembangan keilmuan dan praktik kearsipan di Indonesia. Diskusi dibuka dengan menyajikan fakta bahwa masih terdapat pandangan (untuk tidak mengatakan sebagian besar pandangan) bahwa kearsipan hanya sekedar bagaimana menemukan berkas dengan cepat dan tepat saja. Apabila hanya demikian, apakah diperlukan studi tentang kearsipan? Tidakkah cukup dengan pelatihan-pelatihan teknis saja? read more

Pelatihan Pengelolaan Arsip Dinamis Aktif Bagi Instansi Pemerintahan sebagai Upaya Mendukung Pencapaian SDG’s 4 dan SDG’s 11

Oleh: Lastria Nurtanzila & Tim Pengabdian kepada Masyarakat

Pelaksanaan pelatihan pengelolaan arsip dinamis aktif di Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, merupakan langkah strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities). Melalui pendekatan action research, pelatihan ini berfokus pada peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan dalam mengelola arsip dinamis aktif secara tertib, sistematis, dan berbasis teknologi digital. read more

Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi SV UGM Menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Arsip Dinamis Aktif Bagi Instansi Pemerintahan di Kapanewon Panggang, Gunungkidul

Oleh: Lastria Nurtanzila & Tim Pengabdian kepada Masyarakat

Pelaksanaan pelatihan pengelolaan arsip dinamis aktif di Kapanewon Panggang selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), terutama SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, karena kegiatan ini mendukung peningkatan efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi lembaga pemerintahan melalui peningkatan kompetensi aparatur dalam mengelola arsip sesuai kaidah kearsipan nasional serta penerapan sistem digital SRIKANDI. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan memberikan pendidikan nonformal dan pelatihan teknis bagi pegawai untuk meningkatkan keterampilan profesional di bidang kearsipan. Dari sisi inovasi, kegiatan ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, karena mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan arsip yang efisien. Secara kelembagaan, pelatihan ini turut memperkuat SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, dengan membantu peningkatan kapasitas tata kelola pemerintahan lokal yang partisipatif dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini berperan penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis data. read more